Tampilkan postingan dengan label cara langsing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara langsing. Tampilkan semua postingan

13.4.12

Garam si Pemicu Kenaikan Berat Badan

Manusia mengkonsumsi garam hampir setiap hari melalui makanan yang disantapnya. Garam natrium merupakan salah satu bumbu dasar paling populer, garam jenis ini ditambahkan pada masakan agar masakan tidak terasa hambar.
 
Garam adalah mineral penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam sel. Mineral ini juga membantu mendukung kesehatan saraf dan fungsi otot. Asupan minimum garam harian adalah 1.500 mg, sedangkan jumlah maksimum harian yang direkomendasikan 2.300 mg, menurut University of Colorado Extension.

Memang tidak ada batas maksimal mengkonsumsi garam yang bisa menyebabkan keracunan, namun bila terlalu banyak bisa menyebabkan rasa cepat haus. Sedangkan untuk jangka panjang, konsumsi garam berlebihan bisa memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi.
 
Garam natrium bersifat menyerap cairan sehingga terjadi retensi atau penumpukan carian di dalam tubuh. Penumpukan cairan terjadi juga di pembuluh darah sehingga volume darah meningkat dan otomatis tekanannya menjadi lebih tinggi.

Penumpukan cairan juga terjadi di jaringan lain termasuk otot sehingga beratnya meningkat, ibaratnya seperti daging sapi gelonggongan. Ini terjadi karena kelebihan garam membuat ginjal menyerap kembali cairan yang seharusnya keluar dalam bentuk urine.

Dikutip dari Livestrong, Senin (27/12/2010), alasan lain mengapa garam bisa memicu berat badan meningkat adalah jenis makanan yang biasanya dibumbui garam. Kebetulan, makanan yang sering menggunakan garam dalam jumlah banyak adalah makanan dengan jumlah kalori tinggi seperti makanan cepat saji.

French fries atau kentang goreng, ayam goreng dan berbagai saus pasta dan teriyaki umumnya mengandung banyak garam untuk menguatkan rasa. Karena itu selain memicu hipertensi, jenis makanan cepat saji juga terkenal sebagai pemicu utama obesitas.

Berbagai organisasi kesehatan mulai dari American Heart Association hingga National Academy of Science di Amerika Serikat menganjurkan konsumsi garam dibatasi tidak lebih dari 2.400 mg dalam sehari. Tidak benar-benar dihilangkan karena garam juga berguna dalam memelihara fungsi syaraf.

7.3.12

Ternyata buah Timun bikin langsing ya...?

Buah yang mengandung banyak air ini biasanya dijadikan pelengkap kudapan seperti rujak atau gado-gado. Tapi siapa sangka bahwa buah ini kaya zat gizi yang berguna untuk kesehatan dan kecantikan.
Mentimun atau ketimun (Cucumis sativus, L) adalah tanaman semusim yang menjalar atau memanjat dengan perantaraan alat pemegang berbentuk pilin atau spiral. Tanaman ini dapat tumbuh sampai di ketinggian 800 m dpl. Mentimun termasuk sayuran golongan sayuran buah.

Kandungan zat gizi yang sudah diketahui ada dalam buah mentimun per 100 gr, antara lain, kalori 12 kal, protein 0,7 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 2,7 gr, kalsium 10 mg, fosfor 21 mg, besi 0,3 mg, dan vitamin C19 mg. Mentimun, sebagaimana banyak sayur lainnya, juga mengandung serat baik serat larut maupun tidak larut. Komposisi terbanyak adalah serat tidak larut.

Menurut dr. Inayah Budiasti, SpGK yang ditemui di Hang Lekiu Medical Center di Jl. Hang Lekiu III No 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, manfaat buah mentimun sangat beragam.

“Ketimun energinya rendah. Per 100 gr ketimun itu hanya 12 kalori, sehingga ini cocok untuk wanita-wanita yang mau menurunkan berat badan,” jelasnya.

Disamping itu, mentimun mengandung potassium dan kalium yang tinggi untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Mentimun dapat mempermudah mempermudah penyerapan makanan yang mengandung garam dan vetsin.

“Dengan kalium yang tinggi itu dia bisa menarik makanan yang banyak mengandung garam dapur. Dia lebih efektif mengambil garam dapur yang diambil oleh kalium,” katanya.

Selain itu, mentimun mengandung banyak air. Bila rata-rata berat mentimun adalah 250 gr, maka mengonsumsi satu buah mentimun dapat mencukupi kebutuhan air untuk sekitar 2 jam pada orang dewasa atau kurang lebih 10% dari total kebutuhan harian pada aktivitas dan suhu normal. 

Dari berbagai penelitian diketahui bahwa kekurangan air sekitar 2% saja dapat menurunkan kemampuan daya ingat dan konsentrasi. Ini akan menimbulkan kelelahan dan tidak nyaman. “Karena ketimun ini jumlah kadar airnya juga banyak, tinggi, sehingga dia bisa melancarkan buang air kecil. Dia bisa sebagai detoksifikasi, membuang racun di dalam kandung kemih. Dia bisa menurunkan hipertensi dan kolesterol dalam jumlah yang banyak. Dia juga melancarkan buang air besar, bisa memberikan rasa kenyang yang lama,” lanjutnya.

Mentimun yang sifatnya dingin dapat juga dipakai untuk mengobati gigitan serangga, gatal-gatal karena tumbuhan, dan meredamkan kulit yang terbakar matahari. Bagian tubuh yang tersiram air panas pun, jika dibalut dengan parutan daging mentimun, akan dengan cepat terobati. “Ketimun ini dingin, ya, rasanya. Dia juga bisa mengobati panas dalam, sariawan. Dia juga dipakai alat kosmetik. Kayak kalau kecapekan, jadi segar kembali,” tambahnya.

Selain itu, mentimun juga sebagai antiinflamasi. Dapat juga digunakan untuk melembabkan wajah dan sebagai masker atau digunakan langsung pada mata yang bengkak. Antioksidannya sangat tinggi untuk mengurangi sakit seperti demam dan tifus.

Pelangsing. Selain mengobati berbagai penyakit, mentimun pun berkhasiat sebagai penurun berat badan alami. “Bisa, tapi konsumsinya harus banyak. Gak apa dikonsumsi banyak. Biasanya efek samping dari serat larut itu gak ada,” katanya sambil tersenyum.

Menurut dr Asti, demikian panggilannya, mentimun bisa dikonsumsi dengan cara dijus, dimakan langsung, atau dicampur dengan buah yang lain. “Bisa dijus. Tapi kalau mau bagus, serat jangan dibuang. Diblender atau dimakan langsung. Kalau dicampur buah lain, itu lebih maksimal seratnya. Misalnya, dalam kedokteran selayaknya dalam setiap hari itu mengonsumsi serat minimal 5 warna. Serat itu bisa sayur dan buah. Sehari idealnya 5-7 serat,” terangnya

sumber:okezone.com